Kepribadian

Mengapa belajar kepribadian?

Mengapa anda harus belajar tentang kepribadian? Mengapa sebagian orang terpesona pada bidang tersebut hingga memutuskan untuk menjadi psikolog kepribadian? Daya tarik dasar bidang ini berkaitan dengan pertanyaan, “Mengapa ada orang seperti itu? Mengapa saya seperti ini?”. Dalam psikodiagnostika, anda mempelajari cara-cara mengukur kepribadian agar dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan itu dengan baik, dengan menggunakan berbagai metode alat ukur. Di antaranya adalah metode observasi, metode interview, dan tes psikologi. Salah satu jenis tes psikologi adalah tes kepribadian.

Anda sebagai mahasiswa yang mengambil mata kuliah pengantar psikologi seringkali kecewa. Dalam mata kuliah tersebut, bidang psikologi tidak tampak berkaitan dengan manusia secara keseluruhan dan utuh. Anda hanya belajar tentang “bagian dari seseorang” (sistem visual, system saraf otomatis, memori jangka panjang, dan lain sebagainya) dan beberapa hal yang dilakukan seseorang (learning, problem solving, decision making, dan lain sebagainya). “Akan tetapi, di sebelah  mana dalam psikologi anda bisa belajar tentang manusia secara utuh dan lengkap”? Jawabannya adalah anda harus memahami psikologi kepribadian. Teoritikus kepribadian membahas manusia secara utuh, dan mencoba memahami bagaimana semua aspek dari fungsi seseorang berkaitan satu dengan yang lain. Sebagai contoh, riset kepribadian bukanlah studi tentang persepsi, tetapi riset tersebut berkaitan dengan bagaimana seseorang berbeda dalam persepsi mereka dan bagaimana perbedaan itu berkaitan dengan fungsi total individual. Karena itu, studi kepribadian tidak hanya fokus pada proses psikologis, tetapi juga pada hubungan antarproses. Untuk memahami bagaimana berbagai proses itu berinteraksi membentuk sebuah kesatuan utuh, anda butuh dari sekadar pemahaman terhadap tiap bagian secara terpisah. Orang (manusia) berfungsi sebagai satu kesatuan yang terorganisir, dan dalam kerangka organisasi itulah anda harus memahami mereka. Oleh karena itu, alasan utama mempelajari psikologi kepribadian adalah karena bidang ini merupakan subbidang psikologi yang paling langsung membahas topik paling kompleks dan paling menarik: individu yang utuh, terintegrasi, koheren, dan unik.

Teori kepribadian yang anda pelajari bukan hanya berpengaruh dalam batasan psikologi ilmiah saja. Akan teori itu juga memengaruhi masyarakat secara umum. Ide teori kepribadian telah menjadi bagian tradisi intelektual pada abad lalu. Oleh karena itu, berbagai ide itu telah memengaruhi pemikiran Anda sendiri, bahkan sebelum Anda mengambil kuliah psikologi. Anda  mungkin pernah menyatakan seseorang memiliki “ego” yang besar, mungkin pernah menjuluki seorang teman sebagai “tertutup”, atau yakin bahwa yang tampak seperti “keseleo lidah” sebenarnya mengungkapkan sesuatu berkaitan dengan motif terpendam sang pembicara. Jika demikian adanya, Anda telah menggunakan beberapa bahasa dan ide teoretikus kepribadian. Dengan demikian, Anda belajar menelaah cara Anda memikirkan orang lain – cara berpikir yang Anda dapatkan dari kultur yang sedikit banyak telah dipengaruhi oleh karya teoretikus kepribadian.

Ringkasnya, studi ilmiah kepribadian secara langsung menangani pertanyaan mengapa Anda atau orang lain menjadi seperti sekarang ini. Seperti Anda, para teoretikus kepribadian juga bergulat dengan kompleksitas manusia yang membingungkan dan berbagai perbedaan di antara mereka. Namun berbeda dengan Anda, para teoretikus kepribadian mencoba menciptaan kerangka sistematik yang dapat Anda uji secara ilmiah. Tantangan ilmiahnya adalah menelaah kompleksitas tersebut dan mengidentifikasikan hubungan di antara proses psikologis yang dapat membentuk basis teori kepribadian yang kukuh secara ilmiah dan bermakna sosial.

Mendefinisikan kepribadian.

Bidang kepribadian menghadapi tiga isu yang terkadang sulit untuk disatukan: 1) universalitas manusia, 2) perbedaan individual, 3) keunikan individual. Dalam mempelajari keuniversalan, seseorang akan bertanya: apa yang dimaksud dengan sejatinya manusia? Apa yang dimaksud dengan karakter universal dari manusia, dan prinsip operasi dasar kepribadian? Berkenaan dengan isu kedua, perbedaan individu, pertanyaannya adalah: bagaimana seseorang bisa berbeda satu dengan yang lain? Apakah ada kategori atau dimensi dasar perbedaan individual? Akhirnya, berkaitan dengan pertanyaan ketiga, keunikan, pertanyaan utamanya adalah: apa yang menjadikan manusia unik? Bagaimana seseorang dapat menjelaskan keunikan individual seseorang secara ilmiah? Psikolog kepribadian menghadapi lusinan pertanyaan yang lebih spesifik, mengapa sebagian orang berprestasi dan yang lain tidak? Mengapa sebagian orang mendapatkan sesuatu dengan satu cara dan yang lain dengan cara yang berbeda? Mengapa sebagian orang menderita stres yang berat dan yang lain tidak? Akan tetapi, semua pertanyaan spesifik itu dilontarkan dalam kerangka pertanyaan tentang unsur universal kepribadian, perbedaan individual, dan keunikan individual.

Berdasarkan tiga fokus itu, bagaimana mendefinisikan kepribadian? Banyak kata yang memiliki makna ganda, termasuk juga kata “kepribadian”. Orang yang berbeda menggunakan kata tersebut dengan cara yang berbeda.

Para filsuf mengatakan bahwa jika seseorang ingin mengetahui apa yang dimaksud dengan sebuah kata, seseorang harus melihat bagaimana kata tersebut digunakan. Orang yang berbeda menggunakan kata tersebut dengan cara yang berbeda. Publik seringkali menggunakan istilah tersebut untuk merepresentasikan sebuah penilaian. Misalnya, jika anda  menyukai seseorang, itu dikarenakan dia memiliki “kepribadian yang baik”. Seseorang yang membosankan dianggap “tidak memiliki kepribadian”. Akan tetapi, para pakar kepribadian menggunakan kata tersebut secara berbeda. Para ilmuwan tersebut tidak mencoba memberikan penilaian subjektif terhadap seseorang. Mereka mencoba melakukan penelitian ilmiah objektiff terhadap manusia. Definisi ilmiah kepribadian menjelaskan tentang bidang mana yang hendak dipelajari dan memberikan saran bagaimana cara terbaik mempelajari mereka.

Dalam tulisan ini, mari kita menggunakan definisi kepribadian berikut: kepribadian adalah karakteristik seseorang yang menyebabkan munculnya konsistensi perasaan, pemikiran, dan perilaku (Pervin, 2004). Definisi yang luas ini memungkinkan untuk fokus pada banyak aspek dari seseorang. Pada saat yang sama, definisi tersebut mengisyaratkan pembahasan tentang pola konsisten perilaku dan kualitas dalam diri seseorang, yang berbeda dengan –misalnya– kualitas lingkungan yang memengaruhi kepribadian seseorang. Hal-hal yang menarik bagi kita antara lain pemikiran, perasaan, dan perilaku nyata orang-orang. Secara khusus, menarik untuk mengetahui bagaimana pemikiran, perasaan, dan perilaku nyata ini berkaitan satu dengan yang lain, atau bersatu membentuk individu yang unik dan berbeda.

Akan tetapi masih ada kemungkinan definisi lain selain yang dikemukakan di atas. Definisi lain itu tidak boleh dinilai sebagai benar atau salah. Bisa jadi, mereka bisa kurang berguna atau lebih berguna dalam mengarahkan kita kepada bidang pemahaman penting. Dengan demikian, definisi kepribadian menjadi berguna apabila definisi tersebut membantu menghadirkan bidang tersebut sebagai sebuah ilmu.

Ringkasnya, eksplorasi ilmiah kepribadian mencakup upaya sistematis untuk mengungkapkan dan menjelaskan pola teratur dalam pikiran, perasaan, dan perilaku nyata seseorang yang memengaruhi kehidupannya sehari-hari. Para ilmuwan kepribadian mencoba mengembangkan teori yang memungkinkan seseorang untuk memahami berbagai pola ini. Seseorang berharap berbagai teori ini juga dapat dipakai untuk memberikan manfaat bagi kesejahteraan manusia.

Teori kepribadian sebagai jawaban terhadap pertanyaan apa, bagaimana, dan mengapa.

Setelah memahami definisi kepribadian, anda dapat mempertimbangkan beberapa pertanyaan baru. Pertanyaan tersebut berkaitan dengan tujuan teorisasi. Ketika mengembangkan teori kepribadian, tujuan apa yang hendak dicapai? Pertanyaan apa yang hendak dijawab oleh teori kepribadian tersebut? Apa yang coba dijelaskan oleh teori kepribadian?

Jika anda mempelajari individu secara intensif, anda ingin mengetahui seperti apa mereka, bagaimana mereka bisa menjadi seperti itu, dan mengapa mereka berperilaku seperti itu. Dengan demikian, anda membutuhkan sebuah teori yang dapat menjawab pertanyaan apa, bagaimana, dan mengapa?

Pertanyaan “apa”, berkaitan dengan karakteristik seseorang dan bagaimana karakteristik ini ditata untuk saling berhubunngan satu dengan yang lain. Apakah seseorang sangat membutuhkan prestasi? Jika ya, apakah mereka menjadi gelisah dan tekun karena mereka berada dalam kebutuhan yang amat sangat terhadap prestasi? Atau, apakah mereka tekun dan amat membutuhkan prestasi karena mereka gelisah?

Pertanyaan “bagaimana” berkaitan dengan penentu (determinan) kepribadian seseorang. Bagaimana aspek genetik memengaruhi kepribadian seseorang? Bagaimana faktor lingkungan dan pengalaman pembelajaran social memberikan kontribusi kepada perkembangan seseorang? Bagaimana aspek biologi dan lingkungan saling berinteraksi satu dengan yang lain? Bagaimana seseorang, melalui pilihan dan upaya mereka sendiri, mengembangkan kepribadian mereka sendiri?

Pertanyaan “mengapa” berkaitan dengan alasan atau sebab dari perilaku individual. Jawabannya mengarah kepada aspek motivasional individu – mengapa dia bertindak, dan mengapa bertindak ke arah tertentu. Jika seseorang mencoba menghasilkan banyak uang, mengapa arah ini yang dipilih? Jika seorang anak berprestasi di sekolah, apakah karena untuk menyenangkan orang tua, ataukah untuk mengggunakan bakatnya, ataukah untuk meningkatkan kepercayaan diri, ataukah untuk berkompetisi dengan rekans ebaya? Apakah seorang ibu overprotective karena dia memang menyayangi sang anak; karena dia mencoba memberikan kepada anaknya sesuatu yang hilang di masa kecilnya, atau dia mencoba menghindari ekspresi dendam dan rasa permusuhan yang dirasakannya terhadap sang anak? Apakah seseorang depresi karena dipermalukan, karena kehilangan yang dicintainya, atau karena merasa bersalah? Sebuah teori seharusnya membantu kita untuk memahami tingkatan depresi mana yang merupakan karakteristik seseorang, bagaimana karakteristik kepribadian ini berkembang,mengapa depresi dirasakan dalam kondisi tertentu, dan mengapa seseorang berperilaku tertentu ketika tertekan. Jika ada dua orang yang menderita depresi, mengapa salah seorang dari mereka ke luar rumah dan belanja, sedangkan yang lain mengurung diri?

Dalam menjawab pertanyaan apa, bagaimana dan mengapa, ada empat bidang yang harus dibahas oleh teori kepribadian. Bidang-bidang tersebut adalah: (1) Struktur – unit dasar atau fondasi kepribadian; (2) Proses – aspek dinamis kepribadian; termasuk motif; (3) Pertumbuhan dan perkembangan – bagaimana kita berkembang menjadi pribadi yang  unik; dan (4) Psikopatologi dan perubahan perilaku – bagaimana orang berubah dan mengapa terkadang mereka menolak perubahan atau tidak dapat berubah. Pembahasan masing-masing bidang itu dimaksudkan untuk mendapatkan jawaban komprehensif atas pertanyaan apa, bagaimana, dan mengapa tentang kepribadian.

Konsep kepribadian itu menjadi penting untuk dipelajari sebelum Anda melangkah jauh untuk belajar tentang psikodiagnostika. Hal itu penting karena psikodiagnostika mempelajari cara-cara mendeskripsikan (menggambarkan) kepribadian seseorang dengan alat-alat bantu tertentu. Penguasaan pada alat-alat bantu yang tidak disertai dengan penguasaan tentang konsep kepribadian maka tidak akan efektif untuk dijadikan alat pendeskripsi kepribadian.

(Sumber Isi Bacaan: Pervin, 2001. “Personality, theory & research”). 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>